Perjalanan Study Banding yang tak Terlupakan

Sabtu, 20 Mei 2017 15:45 WIB

   Perjalanan Study Banding yang tak Terlupakan

                 Study banding ke Bali merupakan salah satu pengalaman yang tak terlupakan bagi saya. As we know, Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang paling favorit di Indonesia untuk dikunjungi baik dari wisatawan lokal ataupun mancanegara. Disini saya akan menceritakan pengalaman saya selama study banding di bali.

            Sekitar beberapa waktu yang lalu saya bersama rombongan study banding dari KSR-PMI Universitas Muhammadiyah Malang yang berjumlah 15 orang berangkat dari Malang menuju Bali pada jumat sore tepatnya tanggal 21 April 2017 menggunakan berbagai macam alat transpotasi. Kami berangkat dari kampus menuju ke stasiun kotabaru menggunakan angkutan kota (angkot). Selama perjalanan menuju ke stasiun, kami rela berdesak-desakan demi semua rombongan tertampung di dalam angkot tersebut. Ketika di dalam angkot sering sekali bercanda gurau satu sama lain sehingga lupa dengan keadaan yang desak-desakan. Satu jam lebih kami menghabiskan waktu perjalanan di angkot hingga akhirnya sampai juga di stasiun. Kami menunggu kereta api yang berangkat dengan tujuan Banyuwangi hingga akhirnya sekitar pukul 4 sore, kereta yang membawa kami pun perlahan meninggalkan stasiun kotabaru. Bagi saya, perjalanan menggunakan kereta merupakan sesuatu hal yang pertama kali dan tidak menyangka apabila banyak pemandangan indah selama menaiki kereta seperti bukit, persawahan, rumah warga, dan masih banyak lagi. Perjalanan dari stasiun Kotabaru menuju stasiun Banyuwangi baru menghabiskan waktu sekitar 8 jam. Maka ketika di perjalanan, kami menghabiskan waktu dengan mengobrol, nyemil, bersenda gurau, memfoto, bahkan tidur. Kami  merupakan rombongan paling ramai di dalam gerbong tersebut, terbukti ketika petugas kereta yang mencek tiket pun datang kami tetap asyik ngobrol hingga akhirnya salah satu dari kami kena tegur petugas karena terlalu ramai dan keseringan bercanda. Tak terasa hari sudah mulai gelap dan banyak diantara kami yang sudah terlelap di tidurnya namun ada juga yang masih berbincang-bincang satu sama lain. Setelah melewati beberapa jam yang melelahkan di kereta, akhirnya sampai di stasiun Banyuwangi baru namun perjalanan belum berakhir sampai disini. Kami harus menuju ke pelabuhan Ketapang untuk bisa menyebrangi laut dan sampai di pulau Bali. Kami beristirahat sebentar untuk mengurangi rasa capek dan sholat sesampainya di pelabuahan. Setelah itu kami mencari tumpangan bus untuk menuju ke Denpasar sebagai tujuan utama selama di Bali. Bus yang kami tumpangi pun akhirnya ada namun kami harus menaikinya dari dalam kapal penyebrangan dikarenakan bus yang kami tumpangi sebenarnya adalah bus pariwisata yang sebelumnya tidak membawa penumpang ketika berangkat dari Banyuwangi. Ketika di dalam kapal, sebagian rombongan ada yang tidur di dalam bus dan ada pula yang melihat pemandangan laut dari atas kapal. Ketika kapal sudah meninggalkan pelabuhan Ketapang, saya memilih untuk melihat pemandangan dari atas kapal. Disamping itu, kami tak lupa pula untuk berfoto di atas kapal meskipun pemandangan terlihat gelap pada malam hari. Sampai akhirnya kapal berlabuh di pelabuhan Gilimanuk, kami kembali masuk di dalam bus. Tak terasa perjalanan sampai di Gianyar dan saya tersadar belum merasakan tidur selama di perjalanan. Waktu menunjukkan sekitar pukul 2 dinihari waktu Indoseia tengah. Disaat itulah mata mulai tak bisa berkompromi dan tak ada seseorang yang bisa tuk diajak mengobrol. Tiba pada saat shubuh hari hal yang tak diduga muncul, bus yang kami tumpangi mengalami kerusakan di bagian beberapa mesin bus sehingga mengakibatkan perjalanan tertunda beberapa jam. Sopir dan kernet kami berapa kali mencoba untuk memperbaiki mesin bus yang rusak. Akibat bus kami yang mogok di tengah jalan, mengakibatkan lalu lintas sedikit terhambat. Setelah beberapa jam mogok akibat kerusakan mesin, kami melanjutkan perjalanan yang semapat tertunda. Selama diperjalanan pun tak luput dari kemacetan dikarenakan pada saat itu bertepatan long weekend. Sampai pada akhirnya kami tiba di Denpasar yang merupakan tujuan utama kami. Setelah itu kami sampai di hotel untuk sementara waktu dan tak butuh waktu lama rombongan kami disambut dari 2 orang perwakilan dari KSR PMI Universitas Warmadewa. Kami diarahkan ke kampus menggunakan ELF dari mereka. Cuaca di Denpasar yang cukup terik membuat kami gampang terdehidrasi. Sampai akhirnya rombongan kami disambut di kampus dengan sangat ramah. Tidak hanya itu saja, mereka juga menjadikan markasnya sebagai tempat penginapan kami selama di Denpasar. Kami juga disediakan makan siang ketika baru saja sampai disana. Setelah istirahat beberapa jam kami melakukan study banding ke Universitas Maha Saraswati. Kami berangkat menggunakan Elf dari kampus mereka, perjalanan menempuh sekitar puluhan menit. Sampai akhirnya sampai di kampus yang dituju, yaitu Universitas Maha Saraswati. Disana kami disambut dengan hangat dan ramah, hingga lupa dengan keletihan yang kami rasakan. Kami diantarkan menuju markas mereka terlebih dahulu kemudian diantarkan ke aula pertemuan untuk mengisi acara. Dalam acara penyambutan, kami disambut dengan tarian tradisional Bali. Tak lupa pula sambutan dari masing-masing ketua umum. Setelah itu, masing-masing KSR baik dari Unversitas Muhammadiyah Malang ataupun Unversitas Maha Saraswati saling share program kerja. Dalam kunjungan ke kampus mereka,  tidak semua rombongan dari kami ikut. Ada seseorang yang tidak bisa menghadiri acara karena sakit dan seseorang yang menemanimya. Sampai pada penghujung acara, kami diajak untuk makan malam bersama mereka. Mereka menyuguhkan kami makanan khas dari Bali yaitu ayam betutu. Puas setelah makan, kami berfoto bersama dan juga tukar kenang-kenangan sebagai simbol. Kami berpamitan untuk kembali lagi ke markas KSR Warmadewa untuk bersitirahat. Ketika kami hendak pulang, mereka secara ikhlas menawari kami tumpangan untuk balik. Kami diantar menggunakan sepeda motor menuju markas KSR Warmadewa. Sampai di tempat tujuan, kami mengucapkan terima kasih kepada mereka atas kebaikan selama menjamu kami mulai dari awal hingga memberi tumpangan. Setelah sampai di markas, saya langsung istirahat duluan karena kecapekan. Tak terasa matahari sudah menampakan sinarnya, kami bersiap-siap untuk memulai liburan setelah sehari sebelumnya mencari ilmu. Kami berpamitan dan juga berterima kasih kepada KSR Warmadewa karena telah menyediakan tempat bagi kami untuk menginap. Setelah itu, berfoto dan saling tukar cinderamata. Kami berangkat menggunakan elf yang sudah kami sewa. Kami memulai destinasi ke pantai Sanur. Sanur merupakan   salah satu pantai yang paling terkenal di Indonesia. Ketika sudah sampai di pantai, kami hanya berfoto dan melihat pemandangan yang ada di pantai. Tak menunggu waktu lama, kami melanjutkan perjalanan ke pasar untuk membeli oleh-oleh. Sesampainya di pasar, kami langsung membeli oleh-oleh apa yang  kami inginkan dan tak lupa tawar menawar pun terjadi. Ketika saya sudah selesai berbelanja ternyata beberapa dari anggota cewek masih sibuk tuk berbelanja. Saya dan anggota cowok pun harus sabar untuk menunggu para cewek hingga selesai berbelanja. Puas setelah mencari oleh-oleh, kami langsung melanjutkan perjalanan ke pantai Pandawa. Jarak menuju pantai lumayan jauh sehingga perjalanan harus melewati tol laut. Perjalanan menuju pantai tersebut tidak mudah karena jalan yang tidak lebar dan menumpuknya kendaraan sehingga mengakibatkan kemacetan. Setelah sekian lama beradu dengan kemacetan, akhirnya sampai juga di pantai Pandawa. Sesampainya di pintu masuk pantai Pandawa, kami dikenakan tiket masuk sekitar 8 ribu rupiah. Saya pun sudah tak sabar ingin bermain di pantai. Ketika sudah sampai di pantai, saya langsung berfoto. Ada juga yang sekedar duduk di bawah payung yang sudah kami sewa karena masih takut dengan panasnya terik matahari. Pada hari itu juga kebetulan ada teman kami yang lagi berulang tahun. Seketika itu juga kami berinisiatif untuk melempar dia ke bibir pantai. Ketika kami sudah berkumpul jadi satu, kami berencana mengajaknya ke bibir pantai. Tak lama setelah itu, kami mengangkatnya lalu melempar ke bibir pantai walaupun dengan susah payah untuk mengangkatnya. Hari sudah mendekati sore, kami segera berkemas untuk segera pulang. Sebelum kami pulang ke Malang, kami singgah sebentar ke rumah dari salah satu rombongan kami. Kami beristirahat sebentar, makan dan juga bersih-bersih diri. Setelah semua selesai, kami melanjutkan perjalanan ke terminal pada malam hari. Kami pulang menggunakan bus yang berangkat dari terminal Denpasar. Namun bus yang ingin kami tumpangi  ternyata berangkat sekitar jam 8 malam jadi kami harus rela menunggu sekitar 1 jam lebih untuk bus segera berangkat. 1 jam lebih menunggu akhirnya bus berangkat dan mulai meninggalkan kota Denpasar. selama diperjalanan kami langsung beristirahat di bus karena lelah seharian berlibur. Tak terasa bus yang kami tumpangi sudah memasuki pelabuhan Gilimanuk, saatnya bus masuk ke kapal feri untuk menyebrang ke pelabuhan Ketapang. Sesampainya di dalam kapal, saya memutuskan keluar dari bus untuk melihat pemandangan di atas kapal. Puas dengan melihat pemandangan di atas kapal akhirnya saya kembali ke dalam bus. Saya melanjutkan beristirahat di dalam bus. Perjalanan sudah sampai Situbondo, sopir bus memutuskan untuk beristirahat dan makan di rumah makan. Setelah selesai makan, kami kembali lagi ke dalam bus untuk melanjutkan perjalanan. Perjalanan kami sudah sampai di Pasuruan, kami oper bus dari Pasuruan ke Malang. Selama perjalanan ke Malang, saya hanya tidur di bus sampai akhirnya hampir sampai di terminal Arjosari. Sampai di terminal Ajosari kami turun dari bus untuk mencari angkot menuju kampus. Akhirnya kami mendapatkan angkot yang akan membawa ke kampus. Tak terasa perjalanan panjang pun berakhir di kampus dan kami langsung menuju markas untuk istirahat. Mungkin itulah sedikit cerita perjalanan kami selama study banding ke Bali. 

Oleh: Abdian M. Akbar / NIA. 17001-BI

Shared: